“Rindu adalah konsekuensi dari adanya mahabbah ( cinta ) terhadap suatu objek. Dengan cinta, rindu akan datang dengan sendirinya. Rindu sendiri merupakan sesuatu yang sifatnya emosianal tinggi untuk bisa bertemu dengan orang yang dirindukan” ( Imam Al-Ghazali )
Semua manusia pasti akan merasakan sebuah kerinduan. Rindu yang tumbuh dari bibit-bibit cinta kepada sesuatu atau seseorang yang membuatnya nyaman dan membuahkan sebuah kenangan indah nan manis yang tak terlupakan. Rindu adalah rahasia, dapat diungkapkan dengan aksara, bisa dibaca, namun tak dapat dimengerti maknanya.
Namun belakangan ini, kata rindu seperti terlengserkan dari singgasananya. Tak sedikit orang yang mengucapkan kata rindu tanpa tahu arti sebenarnya. Dan lebih miris lagi, kata rindu diekspresikan kepada sesuatu yang tak seharusnya dirindukan, dan bisa dikatakan “ haram ” jika kerinduan itu menjerumus kepada suatu perbuatan berdosa. Memang tak dapat dipungkiri, rindu adalah sifat fitrah manusia, tapi apakah pantas bagi kita untuk merindukan seseorang melebihi rindu kita kepada Allah SWT yang menciptakan makhluk yang kita rindukan? Tentu tidak, Allah akan cemburu bila hambanya lebih merindukan makhluk-Nya daripada merindukan-Nya karena Allah maha cemburu. Dalam suatu hadist disebutkan, Asma’ binti abu bakar meriwayatkan, suatu saat dia mendengar Rasulullah SAW. Bersabda, “ tidak ada seorang pun yang lebih pencumburu daripada Allah SWT” (H.R. Bukhori dan Muslim). Salah satu bentuk contoh kecemburuan Allah SWT kepada makhluknya terdapat pada kisah nabi Ya’qub AS yang sangat mencintai anaknya nabi Yusuf AS. Kecintaan dan kasih saying nabi Ya’qub AS kepada nabi Yusuf AS memenuhi hati dan hidupnya, sehingga Allah SWT merasa cemburu kepadanya. Dan seketika Allah menguji nabi Ya’qub AS dengan memisahkannya dengan anaknya nabi Yusuf AS selama 20 tahun, sehingga hatinya kembali dipenuhi cinta kepada Allah SWT. Setelah itu Allah mempertemukan kembali Nabi Ya’qub AS dengan anaknya nabi Yusuf AS.
Apakah islam melarang rindu? Tentu tidak, tetapi tetap ada batasan-batasan yang harus dijaga. Kemudian bagaimana jika kita sudah tidak dapat menahan beratnya rasa rindu kepada seseorang yang bukan muhrim kita?apa yang harus kita lakukan? Berikut ini, penulis akan memberikan sedikit tips bagi kalian untuk mengatasi sebuah kerinduan yang menggebu-gebu.
1. Ikhlaskan kepada Allah SWT.
Ikhlas adalah obat paling ampuh untuk mengatasi rindu, apabila sejatinya kamu telah mengikhlaskan kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengobati kerinduan tersebut dengan cara yang tidak pernah kamu duga. Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah mengatakan “ Sungguh jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah SWT dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat, dan lebih baik daripada Allah SWT. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena ada sesuatu yang ditakutkannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut sesuatu membahayakannya.”
2. Menjaga pandangan.
Pandangan mata adalah salah satu pintu dimana mudahnya rasa rindu masuk ke dalam hati kita dan memenuhi ruang itu hingga menyesakkan. Oleh karena itu, jagalah pandangan dan tundukkan pandangan apabila kita berpapasan dengan orang yang kita rindukan. Ibnul Qayyim mengatakan “ orang yang berakal jangan sampai terlalu mudah tergelincir jatuh hati dan rindu agar tidak tertimpa berbagai kerusakan yang ditimbulkannya, baik sedikit maupun banyak. Barangsiapa yang menerjunkan diri kedalamnya maka ia termasuk orang yang mendzalimi dirinya sendiri yang tertipu dan binasa. Andai saja bukan karena pandangan yang berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya untuk dapat merajut benang-benang asmara, pastilah asrama tidak akan kokoh mencekeram jiwanya.”
3. Menyibukkan diri.
Dengan menyibukkan diri, kita bisa menghilangkan rasa rindu di hati secara perlahan-lahan. Sibukkan dirimu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan syariat islam. In syaa Allah rasa rindu kita akan hilang dengan diiringi dengan niat yang baik.
Itulah beberapa tips yang dapat penulis berikan kepada kalian yang sedang merindu. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an “ Dijadikan indah pada bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik.”(Q.S Ali Imran : 14 )
By: abdullah faqih hikami

Komentar
Posting Komentar